KPU Kabupaten Kediri Jadi Narasumber Live RUANG PILKADA

KPU Kabupaten Kediri Jadi Narasumber Live RUANG PILKADA

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Surabaya, kpu-kedirikab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menjadi narasumber live acara RUANG PILKADA bertajuk “Pendemi Belum Tertangani, Sejumlah Pihak Usulkan Penundaan Pilkada” dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020, Rabu (16/09/2020).

Sekira pukul 13.00 WIB, bertempat di stasiun televisi swasta, TV9 di Surabaya, KPU Kabupaten Kediri menjadi narasumber acara RUANG PILKADA. Acara tersebut mengambil tajuk “Pendemi Belum Tertangani, Sejumlah Pihak Usulkan Penundaan Pilkada” menghadirkan narasumber KPU Kabupaten Kediri dan KPU Kota Blitar.

Narasumber, Nanang Qosim, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih) SDM dan Parmas KPU Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa dalam PKPU terbaru ini, PKPU 5 Tahun 2020 dijadwalkan ulang mengenai tahapan dan program pemilihan serentak yang sedianya digelar 23 September harus diundur akibat pandemi covid-19 menjadi 9 Desember 2020.

“Alhamdulillah sejauh ini di Kediri tidak ada kendala. Namun tantangan di Kediri ada calon tunggal dan juga tantangan nasional pandemi Covid-19,” ujar Nanang Qosim.

Nanang menjelaskan, kesiapan KPU Kabupaten Kediri menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Serentak 2020, sesuai PKPU 10 tahun 2020 tentang Pemilihan dalam Kondisi Bencana Alam, sudah menyiapkan masker, sabun dan air mengalir, handsanitazer, face shield, sarung tangan dan desinfektan.

“Hal ini bagian dari Ikhtiar kami melaksnakaan pemilihan dengan mengurangi penyebaran covid-19, karena tidak ada yang bisa menjamin sampai kapan pandemi covid-19 akan berakhir,” terangnya.

Nanang menuturkan, meskipun pemilihan ini dilaksanakan dalam situasi pandemi, KPU Kabupaten Kediri tidak akan melonggarkan upaya sosialisasi dan pendidikan pemilih sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat. Pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi secara maksimal berpedoman pada peraturan pemerintah maupun surat edaran KPU RI.

“Untuk saat ini, mengaplikasikan Perppu Nomor 2 Tahun 2020 yang diganti menjadi UU Nomor 6 Tahun 2020, kita punya SE KPU RI nomor 20 Tahun 2020 dan PKPU 10 tahun 2020 yang dapat dijadikan pedoman dalam menyelenggarakan tahapan pemilihan di tengah situasi bencana non alam Covid-19. Termasuk dalam sosialisasi, kita akan gunakan strategi baru sesuai regulasi tersebut,” tuturnya. (hupmas/ lyn)