SOSIALISASI BERSAMA KALANGAN PEMILIH PEMULA, GOGOT: JADILAH PEMILIH CERDAS PILGUB JATIM 2018

 Shilvy 20 April 2018  Berita
SOSIALISASI BERSAMA KALANGAN PEMILIH PEMULA, GOGOT: JADILAH PEMILIH CERDAS PILGUB JATIM 2018

Kediri, kpujatim.go.id– Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim), dengan segmentasi pemilih pemula kekinian (milenial) digelar di SMK PGRI 1 Kediri, jalan Himalaya Kota Kediri, Kamis (19/4). Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Auditorium SMK PGRI 1 Kediri, para pemilih pemula yang sebagian besar siswa diajak untuk menggunakan hak pilih dan menjadi pemilih yang cerdas.

Hadir tiga orang narasumber dalam sosialiasi tatap muka tersebut yakni Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Akademisi Unesa, Ahmad Basri, dan Akademisi STIKA Kediri, Imam Fachruddin. Jalannya acara sosialisasi dipandu langsung oleh Sri Mulyani (STAIN Kediri) sebagai Moderator.

Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menyatakan, sebagai generasi milenial harus menjadi pemilih yang cerdas dalam Pilgub Jatim, Rabu 27 Juni 2018 yang akan datang. Hal ini penting sebagai wujud penyampaian aspirasi melalui pemilihan secara langsung.

“Tentu bagi pemilih pemula akan menjadi kenangan tersendiri, karena baru pertama datang ke bilik suara menggunakan hak pilih. Makanya nanti gunakan hak pilih secara cerdas,” ujarnya.

Gogot menjelaskan, ada beberapa kriteria pemilih cerdas yang perlu diketahui oleh kalangan milenial. Salah satunya memastikan sudah terdaftar sebagai pemilih dalam Pilgub Jatim nanti. Bagi yang belum terdaftar kerena tidak mempunyai KTP elektronik, Gogot mengarahkan untuk segera mengurus Surat Keterangan (Suket) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.

“Terlebih lagi, harus mengetahui kapan pelaksanaan Pilgub Jatim dan tata cara menggunakan hak pilih yang benar. Dengan sosialisasi seperti ini, setidaknya semua bisa paham,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber yang merupakan akademisi Unesa, Ahmad Basri menyampaikan materi yang secara garis besar berisi peran generasi millenial dalam demokrasi di Indonesia. Menurutnya, dengan jumlah pemilih milenial yang cukup siginifikan setidaknya bisa menjadi penentu perjalanan Pilgub Jatim ke depan.

“Caranya dengan menggunakan hak pilih dan jangan sampai para pemilih yang masuk kategori milenial tidak peduli dengan Pilgub Jatim,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan oleh akademisi STIKA Kediri, Imam Fachruddin. Dia menambahkan, tidak hanya dalam hak kuantitas partisipasi masyarakat yang ditingkatkan, melainkan juga harus disertai dengan sisi kualitas. Pemilih pemula misalnya tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, setidaknya juga faham siapa yang akan dipilih nantinya.

“Partisipasi masyarakat dalam Pilgub Jatim dituntut meningkat, tapi juga harus berjalan seiring dengan sisi kualitas juga. Biar nantinya akan menjadi pemilih cerdas,” ucapnya.

(MC – ANY/BAY)

Berita Lainnya