Ikuti Koordinasi dengan KPU Jatim, KPU Kediri bersiap jalankan Program DP3

Ikuti Koordinasi dengan KPU Jatim, KPU Kediri bersiap jalankan Program DP3
Rakor Persiapan Pembentukan Program DP3 secara virtual. Rabu (30/6)
Ikuti Koordinasi dengan KPU Jatim, KPU Kediri bersiap jalankan Program DP3

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Tepat pukul 13.00 WIB. KPU Kediri mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) serta Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang diadakan KPU Provinsi Jatim dengan diikuti 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Pada acara tersebut KPU Kabupaten Kediri diwakili Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM Nanang Qosim dan Subkoordinator TekMas Bintang Fajar. Selasa (30/06/2021)

Rapat yang dilaksanakan secara virtual tersebut dipimpin langsung dari kantor KPU Jatim dengan peserta mengikuti disatker masing-masing. Acara dimoderatori Koordinator Hukum, Teknis, dan Hupmas KPU Jatim, Yulyani Dewi dengan Pemateri Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro 

Rakor dibuka oleh Ketua KPU Jatim Choirul Anam dalam sambutannya Anam menyampaikan dengan keterbatasan SDM dan anggaran menjadi tantangan tersendiri, KPU tetap dituntut melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih yang bertajuk pembentukan desa peduli pemilu hal ini merupakan wujud antisipatif menjelang Pemilihan Umum 2024. “Mari kita berupaya menjawab tantangan ini dengan memaksimalkan SDM dan anggaran yang ada.” ungkap Anam.

Anam melanjutkan dengan diadakan pembentukan DP3, KPU bertujuan membangun kesadaran politik berdaulat masyarakat, membangun kesadaran agar tidak termakan isu hoax, menghindarkan dari money politik, meningkatkan kualitas pemilih yang terdapat di desa, dan membangun kader - kader pendidikan politik di desa.

Senada dengan Anam, dalam materinya Gogot menyampaikan pendidikan pemilih itu penting dalam demokrasi karena akan melahirkan pemilih yang rasional, mandiri, dan berdaulat maka dari itu kesadaran ini harus kita bentuk dari unit yang paling kecil (desa). “Kita dorong partisipatif melalui desa - desa, kita berharap dari ini akan tercipta kepedulian terhadap pemilu dan pemilihan,” ujar Gogot.

Dalam rapat tersebut turut diberikan penjelasan tugas apa saja yang akan dilakukan KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan program ini, prosedur pelaksanaannya, kriteria locus desa peduli pemilu dan pemilihan yang terbagi daerah dengan tingkat pelanggaran tinggi, daerah partisipasi rendah, dan daerah rawan konflik dan bencana, serta persyaratan desa yang akan dijadikan peserta program DP3. 

Di akhir acara diadakan sesi tanya jawab guna menampung saran dan mengakomodir kendala yang dialami tiap-tiap satker yang kemudian berakhir tepat pukul 16.00 WIB. (pnj)