Kelas Teknis XII, KPU Kediri Kembali Ikuti Diskusi Verifikasi Partai Politik dan Anggota DPD

Kelas Teknis XII, KPU Kediri Kembali Ikuti Diskusi Verifikasi Partai Politik dan Anggota DPD
Kelas Teknis XII tema Diskusi Verifikasi Partai Politik dan Anggota DPD. Selasa (31/08)

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri kembali mengikuti Kelas Teknis Menyongsong 2024 dengan tema “Verifikasi Partai Politik dan Anggota DPD” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Kelas yang dilaksanakan secara daring tersebut dimoderatori Subkoordinator Teknis Kota Madiun, Sumarsono yang disambung dengan penyampaian materi oleh Anggota KPU Kota Madiun, Herdi Wijanarko dan Anggota KPU Kabupaten Madiun, Jumangin. Selasa (31/08/2021) Pukul 10.00 -12.30 WIB.

Kelas Teknis XI diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori dan Sub Koordinator Teknis dan Hupmas, Bintang Fajar hadir sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pembahasan dalam kelas teknis terbagi menjadi 2 sesi. Sesi I dengan Narasumber Anggota KPU Kota Madiun, Herdi Wijanarko dengan judul materi Syarat Partai Politik Lolos Verifikasi Pemilu 2019 sedangkan pada Sesi II diisi dengan narasumber Anggota KPU Kabupaten Madiun, Jumangin dengan judul Verifikasi Calon Anggota DPD.

Pemateri pertama Anggota KPU Kota Madiun, Herdi membahas mengenai Pendaftaran, Penelitian Administrasi/Verifikasi Partai Politik Tingkat Kabupaten/Kota, dimana pendaftaran parpol peserta pemilu dilakukan secara terpusat, DPP tingkat pusat dari parpol menyerahkan dokumen persyaratan sebagai peserta pemilu kepada KPU RI. 

“Daftar nama anggota parpol beserta dokumen pendukung berupa KTA (Kartu Tanda Anggota) dan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik), diserahkan ke KPU Kabupaten/Kota, agar ketika parpol dinyatakan memenuhi syarat, KPU Kabupaten/Kota dapat langsung melakukan penelitian administrasi,” kata Herdi.

Sementara itu, pemateri kedua Anggota KPU Kabupaten Madiun, Jumangin membahas dinamika Pendaftaran dan verifikasi Partai Politik menuju kontestan peserta pemilu, dimana dalam verifikasi faktual ada 2 macam metode yang digunakan yaitu Metode Sensus dan Sampel Acak Sederhana.

“Metode Sensus yaitu mencocokkan kebenaran dan kesesuaian SELURUH data anggota yang diserahkan oleh Partai Politik kepada KPU, sedangkan metode Sampel acak sederhana yaitu mencocokkan kebenaran dan kesesuaian SAMPEL data anggota yang diserahkan oleh Partai Politik kepada KPU” ucap Jumangin

Terakhir Jumangin menyampaikan verifikasi adalah hal mutlak guna menentukan apakah Partai Politik Calon Peserta Pemilu atau Calon peserta Pemilu anggota DPR/DPD memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu atau pun tidak, maka dari itu verifikator dituntut harus teliti dalam mencermati setiap dokumen pengajuan dari Partai Politik Calon Peserta Pemilu maupun dari Calon peserta Pemilu anggota DPR/DPD. (pnj)