Knowledge Sharing 2, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pengumuman dan Pendaftaran Badan Adhoc Pemilu dan Pemilihan

Knowledge Sharing 2, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pengumuman dan Pendaftaran Badan Adhoc Pemilu dan Pemilihan
Knowledge Sharing 2, Pengumuman dan Pendaftaran Badan Adhoc Pemilu dan Pemilihan 2024

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Pengumuman dan Pendaftaran Pembentukan Badan Adhoc untuk Pemilu dan Pemilihan tahun 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut dimoderatori Kasubag KUL KPU Kabupaten Lumajang, Hendra Bahana yang disambung dengan penyampaian materi oleh Anggota KPU Kabupaten Lumajang, Yusuf Adi Pamungkas dan dibahas oleh Anggota KPU Kabupaten Tuban, Zakiyatul Munawaroh. Jumat (10/09/2021) Pukul 09.00 -11.30 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pada kesempatan pembuka, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani menyampaikan urgensi pengumuman pendaftaran pada tahapan pembentukan badan Ad Hoc. “Urgensi pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc ini untuk menyampaikan informasi sekaligus mengundang partisipasi seluas-luasnya masyarakat yang untuk menjadi penyelenggara pemilu dan pemilihan. Tahapan pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc ini begitu penting dalam mekanisme rekrutmen badan Ad Hoc dengan seleksi terbuka, seperti untuk rekrutmen PPK, PPS, dan KPPS,” terang Rochani.

Lanjut Rochani, tahapan pembentukan badan adhoc akan dimulai dari pengumuman pendaftaran dimana semua prosesnya akan dilaksanakan oleh semua KPU baik KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/Kota di 2024 dan KPU Jatim akan selalu melakukan monitoring/supervisi terhadap proses-prosesnya agar semua berjalan sesuai dengan regulasi.

Dalam sesi materi Yusuf menyampaikan pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc perlu memperhatikan dua aspek, yakni format pengumuman pendaftaran dan media yang digunakan dalam menyampaikan pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc.

“Aspek pertama format pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc harus memenuhi substansi materi dan pesan yg akan disampaikan serta memenuhi pengesahan tata naskah dinas oleh Pejabat yang berwenang. Pada Pemilihan 2020, substansi materi pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc berpedoman pada Keputusan KPU Nomor 66 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan KPU Nomor 476 Tahun 2020. Yang antara lain memuat tujuan, dasar kegiatan, persyaratan, kelengkapan dokumen, waktu dan tempat penyampaian dokumen (termasuk mekanisme pendaftaran secara online), keterangan jumlah rangkap dokumen, akses formulir pendaftaran (melalui link aplikasi), kontak helpdesk, serta syarat kesehatan terkait Covid-19,” terang Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, sedangkan pada aspek berikutnya media yang digunakan dalam menyampaikan pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc juga perlu diperhatikan. “Bentuk medianya apa, alokasi waktu pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc pada media tersebut, serta lokasi-lokasi pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc.

Senada dengan Yusuf, Zakiyatul menambahkan bahwa bentuk pengumuman pendaftaran badan Ad Hoc itu berupa naskah dinas dan pendukungnya bisa dalam bentuk iklan masyarakat, voice record (radio komunitas/ program aplikasi panggilan untuk menjadi penyelenggara), alat publikasi lainnya seperti spanduk/baliho/pamflet dan sebagainya. 

“Yang utama prinsip pemasangan pengumuman harus mudah diakses publik seperti papan pengumuman, laman website dan media sosial KPU Kabupaten/ Kota, media cetak, maupun media elektronik dan yang tidak kalah penting juga untuk diperhatikan bahwa sasaran yang dituju harus jelas serta sesuai dengan kondisi masyarakat setempat,” tutupnya. (pnj)