Knowledge Sharing Edisi Perdana, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pembentukan Badan Adhoc di 2024

Knowledge Sharing Edisi Perdana, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pembentukan Badan Adhoc di 2024
Knowledge Sharing Edisi Perdana, Sosialisasi, Publikasi, dan Koordinasi Pembentukan Badan Adhoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Sosialisasi, Publikasi, dan Koordinasi Pembentukan Badan Adhoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut dimoderatori Subkoordinator Hukum KPU Kota Probolinggo, Qori Mughni Kumara yang disambung dengan penyampaian materi oleh Anggota KPU Kota Probolinggo, Radfan Faisal dan dibahas oleh Anggota KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani Soyomukti. Rabu (08/09/2021) Pukul 09.00 -11.00 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Pada kesempatan ini, Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani menyampaikan terkait mekanisme forum, bahwa penyajian materi dilakukan oleh narasumber dan Pembahas dengan dipandu oleh seorang moderator, selanjutnya dibuka ruang diskusi dan diakhiri dengan pemberian ulasan sebagai penutup.

“Forum ini sebagai brainstorming, berbagi pengetahuan dan pengalaman jelang agenda Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Karena pada pelaksanaan pemilu dan pemilihan yang sesungguhnya tidak ada kata lelah, semua jajaran penyelenggara harus mampu bekerja secara konsisten, dan hal ini merupakan habit (kebiasaan) yang tidak bisa serta merta ada, namun perlu diciptakan dan dilatih secara terus menerus,” papar Rochani.

Memasuki sesi materi, narasumber pertama Radfan menyampaikan bahwa KPU dalam menyelenggarakan pemilu dan pemilihan tidak hanya dibantu penyelenggara di bawahnya yang bersifat tetap, namun dibantu pula oleh badan adhoc, Radfan juga menilai berbagai potensi persoalan dapat diprediksi akan muncul saat tahapan pembentukan badan adhoc, di antaranya kurang nya minat masyarakat untuk menjadi anggota badan adhoc.“Badan adhoc menjadi representatif KPU di tingkat paling bawah baik di dalam maupun di luar negeri, akan tetapi kurangnya antusiasme masyarakat menjadi badan adhoc dapat berdampak kebutuhan penyelenggara dalam pelaksanaan pemilihan” paparnya.

Senada dengan Radfan, Nurani menyampaikan lebih teknis terkait rancangan atau usulan draft tahapan pembentukan badan adhoc pada pemilu dan pemilihan Tahun 2024 untuk mengantisipasi persiapan program kerja sosialisasi, publikasi dan koordinasi. “Apabila disimulasikan maka bisa jadi tahapan pembentukan badan adhoc pemilu akan dimulai bulan November 2022, sementara untuk tahapan pemungutan suara diperkirakan pada Pebruari atau April 2024 sedangkan November 2024 untuk Pemilihan,” jelas Nurani.

Nurani berpendapat saat ini adalah kesempatan bagi penyelenggara untuk menyusun strategi dalam rangka meminimalisir kurangnya pendaftaran dengan gencar melakukan sosialisasi dan publikasi ke masyarakat. “Mengingat berbagai macam persyaratan pendaftaran badan adhoc, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai sosialisasi dan publikasi, mulai informasi teknis penerimaan berkas, dokumen persyaratan, jadwal seleksi, serta penyampaian informasi garis besar apa saja yang akan ditanyakan saat wawancara,” tambahnya. (pnj)