​​​​​​​KPU Kabupaten Kediri Gelar Evaluasi PILBUP 2020 Bersama Koorwil

​​​​​​​KPU Kabupaten Kediri Gelar Evaluasi PILBUP 2020 Bersama Koorwil

Reporter : Linda Estri Liyananwati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Jelang berakhirnya tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar Rapat Evaluasi bersama Koordinator Wilayah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kediri. 

Kamis (14/01/2021) siang, rapat dilaksanakan di Koordinator Wilayah (Koorwil) Kediri Utara, bertempat di RM. SMA Kecamatan Purwoasri. Rapat diikuti oleh PPK Pare, Badas, Kunjang, Purwoasri dan Plemahan. Rapat dipimpin oleh Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan, Agus Hariono. Rapat juga dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri, Ali Mashudi.

Dalam rapat tersebut, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan, Agus Hariono menyampaikan bahwa forum evaluasi tujuannya untuk memberikan catatan-catatan semua kejadian yang terjadi di lapangan selama pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Tahun 2020.

“Pelaksanaan tahapan pemilihan ini seluruhnya berjalan dengan baik, hal ini berkat kerja keras kita semua. Serta tidak terlepas dari pengawasan Bawaslu, karena Bawaslu memastikan semua ini sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” ungkap Agus Hariono.

Agus menjelaskan, meski pemilihan berjalan lancar dan tanpa ada gugatan/ perselisihan hasil pemilihan (PHP), dalam beberapa tahapan masih terdapat permasalahan yang perlu dijadikan catatan.

“Diantaranya masih ada persoalan kaitannya dengan hukum adalah belum tersedianya aturan yang memadai untuk pemilihan satu pasangan calon, persoalan rapid test, hal-hal teknis seperti penyegelan, pendistribusian logistik dan juga sirekap,” terangnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kediri, Ali Mashudi, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menjalankan tugas dan wewenang sesuai prosedur yang ada. Hasilnya Pemilihan ini sukses dengan tanpa ada gugatan.

“Namun, ada catatan sedikit, yaitu kaitannya beberapa kotak suara lalai tidak tersegel, APK yang tidak pada tempatnya dan adanya kesalahan dalam menginput data,” ujarnya.

Pihaknya berpesan, meski demikian hal tersebut bukan permasalahan yang berarti dan tidak sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran yang berat.

“Harus kita evaluasi agar ke depan lebih bagus. Adanya kesalahan-kesalahan ini mungkin kita juga yang menyampaikan belum jelas. Berubah-ubah, jadi pemahaman teman-teman masih kurang,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan paparan Evaluasi dari masing-masing kecamatan, dimulai dari Purwoasri, Kunjang, Plemahan, Badas dan Pare. (hupmas/ lyn)