KPU Kabupaten Kediri Ikuti Rakor Evaluasi Sosdiklih dan Parmas Pemilihan Serentak 2020

KPU Kabupaten Kediri Ikuti Rakor Evaluasi Sosdiklih dan Parmas Pemilihan Serentak 2020
Foto : Komisioner Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro saat Rakor Evaluasi Sosdiklih dan Parmas, Senin (30/11/2020)

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Jember, kpu-kedirikab.go.idKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti rapat koordinasi (rakor) Evaluasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklih dan Parmas) dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020.  Acara diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Timur selama dua hari, Senin hingga Selasa, 30 November-1 Desember 2020 di Aula kantor KPU Kabupaten Jember.

Sekira pukul 15.00 WIB, rakor dihadiri oleh Komisioner Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas serta Kasubag Teknis dan Hupmas dari 19 KPU Kabupaten/ Kota penyelenggara Pemilihan Serentak Tahun 2020  di Jawa Timur.

Dalam evaluasi tersebut, Komisioner Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menerangkan bahwa tahapan saat ini, masa kampanye akan segera berakhir pada 5 Desember 2020 dan akan memasuki masa tenang pada 6-8 Desember 2020.

“Kita saat ini melaksanakan pemilihan di masa pandemik, dimana semua pihak baik penyelenggara, peserta maupun pemilih tidak mempunyai pengalaman sebelumnya, sementara itu kondisi yang terjadi di sejumlah tempat muncul kekhawatiran bahwa penyelenggaraan pemilihan ini utamanya tahapan pemungutan suara 9 Desember akan memunculkan kluster baru penularan Covid-19. Sehingga publik takut untuk datang ke TPS. Tentu ini tidak bisa Kita biarkan begitu saja dan harus diantisipasi,” jelas Gogot Cahyo Baskoro, Senin (30/11/2020).

Gogot melanjutkan, jika KPU Kabupaten/ Kota perlu memfokuskan kegiatan sosialisasi agar pemilih tidak perlu takut ke TPS, dan agar bisa menyentuh seluruh pemilih bisa dibantu dengan Ad hoc-nya.

“Berikutnya, untuk memaksimalkan partisipasi pemilih Kita pada kesempatan ini akan bersama-sama menyusun strategi maksimalisasi parmas, mengevaluasi tingkat parmas, identifikasi target parmas, kegiatan sosdiklih yang telah dilakukan, kendala yang dihadapi, serta evaluasi publikasi pemberitaan di website dan medsos,” paparnya. (Hupmas/lyn)