KPU Kabupaten Kediri Ikuti Rakor Persiapan Mutarlih dan Digitalisasi Data

KPU Kabupaten Kediri Ikuti Rakor Persiapan Mutarlih dan Digitalisasi Data

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti acara rapat koordinasi (rakor) Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Digitalisasi Data yang diselenggarakan KPU Jawa Timur, selama dua hari, Selasa-Rabu, 04-05 Februari 2020, di aula lantai II kantor KPU Jawa Timur.

Rakor mengundang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Kasubag Program dan Data, serta operator Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) dari 19 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur yang melaksanakan pemilihan serentak tahun 2020. Rakor dibuka oleh Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman. Dalam sambutannya, Arief menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki kontribusi besar di dalam pemutakhiran data pemilih (mutarlih).

“Jawa Timur memiliki kontribusi yang besar dalam pemutakhiran data pemilih, hal ini karena jumlah pemilih di Jawa Timur ini sangat banyak. Selain itu jumlah kabupaten/ kota juga paling banyak, ada 38 kabupaten/ kota,” ungkap Arief Budiman, Ketua KPU RI, Selasa (04/02/2020) sore.

Untuk itu, lanjut Arief, KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur ini harus memiliki kontribusi yang baik dalam menjaga betul hak pemilih agar kredibel dan akurat. Siapapun yang berhak menjadi pemilih dalam pemilihan serentak 2020, KPU harus mendatanya dan tidak boleh terlewatkan satu pun. Hal ini sejalan dengan tagline KPU ‘Pemilih Berdaulat, Negara Kuat’. Dimana pemilih berdaulat, memiliki makna bahwa sejak awal hingga akhir dijaga betul yang menjadi haknya pemilih.

“Misalnya, setiap orang yang sudah masuk usia 17 tahun dia harus masuk dalam daftar pemilih. Kalau ada yang tidak masuk, berarti kita ini tidak menjaga daulatnya pemilih. Maka pastikan hal ini. Kalau dia sudah masuk dalam daftar pemilih, maka pastikan dia bisa menggunakan hak pilihnya, dan suara yang diberikan dijaga betul sampai penghitungan dan rekap nanti,” jelasnya.

Usai pembukaan acara dilanjutkan paparan materi dengan narsumber dari KPU RI, Andre Putra. Pembahsannya mengenai persiapan pemutakhiran data pemilih oleh 19 KPU Kabupaten/ Kota, digitalisasi data hasil pemilu dan pemilihan, website dan email. (datin/ lyn)