KPU Kediri Ikuti Diskusi Mencari Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Periode 2022-2027

KPU Kediri Ikuti Diskusi Mencari Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Periode 2022-2027

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Dalam lanjutan webinar yang diadakan Ditjen Politik Dan Pemerintahan Umum (Pol & PUM) Kemendagri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti diskusi mencari Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Periode 2022-2027  di tengah pandemi covid-19. Rabu (13/10/2021)

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 - 11.30 WIB tersebut menghadirkan narasumber dari Anggota Komisi II DPR RI Prasetyo Hadi dan Saan Mustopa, M. Si, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Prof Dr. Muhammad, S. Ip. M, Si, Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Prof. Farida Patinggi, serta Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo. 

Narasumber pertama, Saan Mustopa menyampaikan penyelenggara Pemilu itu relatif sangat komprehensif selain mereka punya kemampuan teknis kepemiluan mereka juga ada pakar teknologi informasi dan sebagainya. “Jadi secara personal mereka bisa sangat diandalkan baik perwakilan dari pemerintah masyarakat maupun akademisi nah tugas mereka adalah bagaimana mencari calon anggota penyelenggara Pemilu Bawaslu maupun KPU itu yang benar-benar kredibilitas, profesional, dan tentu mandiri karena ini penting. Karena kemandirian merupakan amanat undang-undang penyelenggara pemilu,” jelas Saan. 

Senada dengan Saan, Prasetyo Hadi sepakat bahwa tugas dari penyelenggara itu sedemikian beratnya baik output atau hasil dari pemilu. Maka terpilihnya pemimpin dari tingkat nasional sampai tingkat kabupaten serta kepada seluruh panitia seleksi merupakan tugas yang sedemikian mulia. Yang mana hasil pemilu nanti akan menentukan nasib kita semua sebagai bangsa. Berkaitan dengan proses seleksi secara normatif, syarat umum pasti harus terpenuhi seperti beberapa syarat yang sudah disampaikan narasumber lainnya, misalnya bebas dari segala kepentingan, memiliki kapasitas dan pengalaman di bidang kepemiluan, serta memiliki integritas kejujuran dan lain-lain “Beberapa syarat khusus yang menurut saya harus menjadi catatan adalah bagaimana pansel nanti bisa menyeleksi atau menemukan figur-figur atau tokoh-tokoh yang memiliki kemampuan di dalam mengidentifikasi problem kepemiluan kita yang sangat kompleks dihadapkan kepada besarnya jumlah pemilih.” tutur Prasetyo.

Sementara itu, Muhammad menegaskan bahwa “kita harus hormat pada orang-orang yang terpilih, karena orang-orang tersebut merupakan seorang yang berkompetensi, kita juga apresiasi 11 orang yang telah dipercaya  menanggung beraneka ragam dan tugas. Kita harus membantu mereka dalam bentuk masukan-masukan untuk melahirkan anggota KPU dan anggota Bawaslu yang sangat luar biasa. Kita cermati tentang kebutuhan Pemilu 2024 serta hari ini harus bisa memetakan bagian potensi masalahnya, maka paling tidak memberikan beberapa catatan penting sehingga melahirkan sebuah pemilu yang berkualitas,” kata Muhammad.

Berikutnya Ari Nurcahyo menyampaikan bahwa “Kita sedang menghadapi kondisi demokrasi yang melebar di era global dan juga sekarang ini sedang dihantam oleh covid-19, maka dengan mencari calon anggota KPU RI dan Bawaslu RI menuju pemilihan Pilkada serentak 2024 ini menambah deretan program yang sudah diuraikan seperti yang sudah disampaikan oleh Prof Muhammad tadi,” jelasnya.

Menurut Ari, kondisi saat ini masih banyak Ordinary Problem dalam kepemiluan serta adanya pandemi covid menjadikan  kondisi demokrasi hari ini perlu ada kesadaran baru, kesadaran tambahan dari para calon anggota KPU dan Bawaslu yang kritis demokrasi, sehingga dapat menuju demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas.

Sebagai narasumber penutup Farida Patinggi menyampaikan “Pemilu tercapai dengan baik adalah tujuan filosofis, menurut saya tujuan Pemilu yaitu menjadi wadah penyaluran secara langsung, umum, bebas serta keamanan dan rahasia suara terjaga dengan baik dan tidak dimanipulasi,” kata Farida. 

Lanjut Farida, penyelenggaraan pemilu ini harus berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang ada. Diharapkan dengan kriteria yang sudah disampaikan pemilu sebagai sarana pencapaian tujuan nasional dapat berevolusi dengan baik. Tentunya calon anggota merupakan person yang memiliki kriteria-kriteria profesionalitas, memiliki kemampuan pemahaman yang komprehensif, serta memiliki pengetahuan luas terkait dengan penyelenggaraan pemilu yang didukung oleh hasil riset. (na/pnj)