Menuju PILBUP Kediri 2020, KPU Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoax

Menuju PILBUP Kediri 2020, KPU Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoax
Foto : Komisioner Divisi Sosdiklih SDM dan Parmas Nanang Qosim saat sosialisasi di Kecamatan Gampengrejo, Senin (26/10/2020).
Menuju PILBUP Kediri 2020, KPU Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoax

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Sebagai bentuk komitmen dalam menyosialisasikan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri dengan menyampaikan informasi yang benar ke masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri terus mendatangi satu demi satu titik kumpul masyarakat di Kecamatan se-Kabupaten Kediri. 

Senin (26/10/2020), KPU Kabupaten Kediri dipimpin Komisioner Divisi Sosdiklih SDM dan Parmas Nanang Qosim menggelar sosialisasi pada tiga titik kecamatan sekaligus di koordinator wilayah Kediri Barat. Dengan menghadirkan anggota PPK dan Sekretariat, Muspika, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, sosialisasi digelar di Kecamatan Tarokan, Banyakan dan Gampengrejo.

Dalam paparan materi Sosialisasi, Komisioner Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas, Nanang Qosim menjelaskan perubahan regulasi Pemilihan Serentak Tahun 2020 akibat pandemi Covid-19 dan Jadwal Tahapan Pemilihan.

“KPU Kabupaten Kediri telah menetapkan pasangan calon tunggal pada 23 September 2020, penetapan tersebut tentunya melalui proses yang panjang mulai dari KPU membuka pendaftaran calon hingga perpanjangan pendaftaran calon, namun hasilnya cuma ada satu pasangan calon yang memenuhi syarat dukungan dari 9 partai politik dan 50 kursi di DPR,” jelas Nanang Qosim saat menyampaikan paparannya di Kecamatan Gampengrejo, Senin (26/10/2020).

Nanang juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya (hoax) tentang Pemilihan Serentak, khususnya yang mengisukan bahwa KPU mendukung paslon (pasangan calon).

“Jangan terprovokasi hoax, KPU telah menyelenggarakan seluruh tahapan dari awal hingga hari ini dengan memedomani peraturan yang ada. Calon tunggal bukan kehendak KPU, tetapi sepenuhnya hak partai yang memberikan dukungan,” terangnya.

Jika ada yang menyampaikan KPU mengkampanyekan pasangan calon, kata Nanang, hal itu juga tidak benar. Karena kewajiban KPU adalah memfasilitasi Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) paslon yang telah ditetapkan di Kolom Kiri serta telah diatur jadwal kampanyenya di dalam PKPU.

“Dikarenakan Calon Tunggal, maka kewajiban KPU juga menyosialisasikan kepada masyarakat tentang kolom pilihan dalam surat suara nanti melalui APS (Alat Peraga Sosialisasi), termasuk menyampaikan informasi tentang Kolom Kanan (Kosong) yang bisa dipilih kepada masyarakat,” tuturnya.

Nanang juga berpesan agar masyarakat tidak mempercayai Hoax Pemilihan Jadi Kluster Covid-19. Sebab dalam menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilihan, KPU menggunakan Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Pengendalian Covid-19.

“TPS disterilisasi dengan penyemprotan desinfektan, penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan handsanitazer. Petugas TPS menggunakan APD. Pemilih juga diberikan sarung tangan plastik saat mencoblos, tinta tanda mencoblos menggunakan tinta tetes. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir datang ke TPS,” pesannya.

Diakhir paparan, Nanang mengajak kepada peserta untuk menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri (PILBUP) Tahun 2020 dengan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat calon pemilih di lingkungannya.

“Demi suksesnya PILBUP 2020, kami titip informasi ini disampaikan kepada masyarakat luas agar tidak takut datang ke TPS karena ancaman pandemi Covid-19,” pintanya. (hupmas/ lyn)