Pentingnya PDPB, Wujud KPU Hadirkan Data Pemilih Secara Berkelanjutan

Pentingnya PDPB, Wujud KPU Hadirkan Data Pemilih Secara Berkelanjutan

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (22/04/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Rapat Evaluasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2022 yang diadakan KPU Provinsi Jawa Timur.

Rapat ini digelar secara daring mulai pukul 09.00 - 11.15 WIB. Adapun KPU Kabupaten Kediri dihadiri oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Eka Wisnu Wardhana, Kasubag Rendatin Ika Kurnia beserta Operator Sidalih.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) adalah kegiatan penting dilakukan hingga saat ini, karena kegiatan inilah yang menyediakan data dan informasi pemilih secara update. “Masyarakat kini tahu bahwa data pemilih yang diinfokan KPU setiap bulannya adalah data yang berkesinambungan,” ucap Anam.

Lebih lanjut, Anam menuturkan jika PDPB merupakan bentuk pemeliharaan, pembaruan, dan evaluasi DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilu terakhir secara terus-menerus dan berkelanjutan yang dijadikan dasar penyusunan DPT yang dapat secara langsung dievaluasi jika terjadi kesalahan. “Hasil PDPB ini selanjutnya juga akan digunakan sebagai bahan penyusunan DPT pada Pemilu atau Pemilihan berikutnya dan menjadi bukti bahwa KPU tetap bekerja meski tidak sedang tahapan Pemilu atau Pemilihan,” tambahnya.

Sementara itu, Divisi Data dan informasi KPU Jatim, Nurul Amalia memaparkan 7 (tujuh) kegiatan yang harus dilakukan oleh KPU Kabupaten/ Kota saat melakukan PDPB, antara lain:

  1. Melakukan koordinasi dengan instansi/ pihak terkait (Dispendukcapil, Kemenag, Dinkes, Diknas, dll);

  2. Melakukan sosialisasi kepada eks PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) Pemilu Tahun 2020 untuk membantu mendapatkan data pemilih TMS maupun pemilih baru;

  3. Melakukan rapat koordinasi tiap 3 bulan dengan melibatkan instanstansi terkait; 

  4. Mengupload hasil pemutakhiran data ke dalam aplikasi Sidalih dan Rekapitulasi;

  5. Setiap bulan melaksanakan rapat pleno penetapan hasil pemutakhiran;

  6. Melaporkan hasil penetapan pada Bawaslu setempat dan KPU Provinsi Jawa Timur dalam bentuk pemberian salinan Berita Acara; dan

  7. Mengumumkan hasil penetapan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan kepada masyarakat melalui papan pengumuman, website dan media sosial KPU Kabupaten/ Kota.

“Ketujuh hal ini lah yang harus dilakukan, harapannya dengan PDPB ini penyusunan DPT untuk Pemilu dan Pemilihan 2024 dapat lebih rapi dan lebih mudah sehingga masalah - masalah yang timbul khususnya terkait data pemilih dapat diminimalisir,” tutupnya. (pnj)