Rencanakan Perubahan Dapil Pada Pemilu 2024, KPU Kediri Ikuti Kelas Teknis Perdana

Rencanakan Perubahan Dapil Pada Pemilu 2024, KPU Kediri Ikuti Kelas Teknis Perdana
Kelas Teknis Perdana, Pengusulan Dapil dan Alokasi Kursi. Kamis (15/7)

Kediri, kpu-kedirikab.go.id -  Kamis (15/07/2021) Pukul 10.00 WIB. Dalam lanjutan Kelas Teknis bertema “Pengusulan Dapil dan Alokasi Kursi” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Kelas yang dilaksanakan secara daring tersebut dipimpin Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jatim, Insan Qoriawan yang dilanjut dengan penyampaian materi Anggota KPU Kota Pasuruan Helmi dan Anggota KPU Kabupaten Sidoarjo Miftakul Rohmah.

Insan Qoriawan dalam pengantarnya menyampaikan dalam kelas teknis ini KPU Provinsi Jawa Timur hanya bertindak sebagai fasilitator, sedangkan materi, dan narasumber beserta moderator berasal dari KPU Kabupaten/Kota masing-masing. kegiatan ini kita belajar bersama-sama, dan melakukan diskusi dengan tema yang sudah ditentukan. semakin banyak hal yang didiskusikan kita dapat mendapatkan masukan namun pada hari H pelaksanaan kita dapat berada dalam satu komando dengan KPU RI.

“Kita ini diskusi bersama, mengulas dan membahas tuntas hal-hal teknis yang mungkin akan dihadapi dalam setiap tahapan Pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan, tentunya ini bisa menjadi persiapan kita guna menyongsong pemilu dan Pemilihan serentak 2024.” jelas Insan.

Pemateri pertama Anggota KPU Kota Pasuruan Helmi fokus membahas sumber data dan keterlibatan publik dalam pengusulan dan penataan dapil anggota DPRD Kabupaten/Kota, dimana Helmi menjelaskan bahwa sumber data berasal dari data kependudukan dan data wilayah dimana penataan dapil mengacu pada data agregat kependudukan per kecamatan (DAK 2) yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri ke KPU paling lambat 16 bulan sebelum pemungutan suara. “Usulan sumber data terlebih dahulu disampaikan kepada Mendagri, setelah persetujuan diterima dan disetujui proses dilanjutkan”  tutur Helmi.

Sedangkan pemateri berikutnya, Anggota KPU Kabupaten Sidoarjo Miftakul Rohmah membahas prinsip dalam penataan daerah pemilihan (Dapil) yang meliputi kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional, proporsionalitas, integralitas wilayah, berada dalam cakupan yang sama (coterminous), kohesivitas, dan kesinambungan. “Semua prinsip dalam penataan dapil telah sesuai dengan PKPU 16 tahun 2017 yang mengatur tentang itu” jelas Mifta.

Setelah mengikuti kelas teknis Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Kediri, Anwar Ansori berharap simulasi pendapilan yang nantinya dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota bersama stakeholder terkait dapat disetujui sehingga terdapat perubahan dapil. “Dengan pertimbangan dan usulan dari berbagai pihak semoga dapat dilakukan penataan dapil yang lebih baik khususnya di Kabupaten Kediri” tutup Anwar. (pnj)