Ribuan Warga Kediri Hadiri Sosialisasi dan Doa Bersama Pemilihan Bupati Kediri 2020 Di Majlis Dzikir Rijalul Ansor Bareng Gus Lik

Ribuan Warga Kediri Hadiri Sosialisasi dan Doa Bersama Pemilihan Bupati Kediri 2020 Di Majlis Dzikir Rijalul Ansor Bareng Gus Lik

Kediri, kpu-kedirikab.go.id. -   Kamis (26/12/2019) Bertempat di Lapangan Sukoanyar Kecamatan Mojo KPU Kabupaten kediri bekerjasama dengan Rijaul Ansor Kecamatan Mojo menggelar Sosialisasi dan Doa Bersama dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020. Acara ini dihadiri KH. Douglas Toha Yahya akrab disapa Gus Lik. daan dari KPu Kabupaten Kediri yang diwakili oleh Nanang Qosim selaku Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kabupaten Kediri

 

Ribuan jamaah memadati lapangan dalam pengajian Malam Jum’at Legi bersama ulama dikenal memiliki sejuta umat. Pada Kesempatan ini KPU Kabupaten Kediri menyampaikan maksud sosialisasi, salah satunya adalah gelaran demokrasi yang akan diadakan pada 2020 nanti. selain itu Nanang mengingatkan kepada pemilih untuk tidak terlibat dalam politik uang.

 

“Jangan sampai memilih bupati dan wakil bupati karena uang, karena yang memberi dan menerima uang itu melanggar aturan dan mendapat hukuman. Coba dibayangkan 100 ribu dibagi 5 tahun sama dengan 20 ribu, dibagi lagi 1 tahun kurang lebih 500 rupiah. Masak kita mau dihargai cuma 500 rupiah. Jangan sampai karena beda pilihan kita bertengkar dengan tetangga,” ucapnya.

 

Selain itu dalam pelaksanaan Pilbub nanti masyarakat diminta untuk selalu menjaga persaudaraan dan kedaimaian. dipersilahkan untuk memperjuangkan jagonya masing-masing namun tetap dalam keadaan aman dan tertib. Disampaikan pula bahwa KPU Kabupaten Kediri juga akan melakukan rekruitmen panitia Pemilihan kecamatan (PPK) yang akan dilakukan pada bulan januari-februari nanti.

 

“Kami nanti membuka pendaftaran panitia di tingkat kecamatan. IJasah minimal SMA dapat menjadi panitia, yang diutamakan warga yang melek IT, Insya Allah perhitungannya akan menggunakan e-rekap,” terangnya.

 

Setelah acara sosialisasi Acara pun dilanjutkan siraman rohani oleh Gus Lik sebelum dilanjutkan doa.

 

“Dulu ada satu orang namanya Walid bin al-Mughirah, seorang yang kaya, pinter dan punya kedudukan yang tinggi, Dia mengerti Al Qur’an namun perkataannya suka membully orang lain, sering membuat resah, orang ini hanya merusak, membuat orang bertengkar dan kita tidak boleh mengikuti. Seperti menvonis orang, mengucapkan dia kafir, itu tidak boleh dan ini yang sekarang sering terjadi. Kemudian mencari kesalahan orang lain, padahal orang tersebut terkadang lebih baik dari yang mencari,” ungkap Gus Lik dalam kata penutupnya. (parmas/ red)