Seri 1 Program DP3, KPU Kediri Tingkatkan Pemahaman Demokrasi, Pemilu dan Partisipasi

Seri 1 Program DP3, KPU Kediri Tingkatkan Pemahaman Demokrasi, Pemilu dan Partisipasi
Seri 1 Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3)

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Jum’at (03/09/2021) via kanal Youtube KPU-RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti seri 1 Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tema “Demokrasi, Pemilu, dan Partisipasi”. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 - 12.00 WIB tersebut menghadirkan narasumber Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Dr. Hariyono dan Dekan Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Dr. Muhadam Labolo.

Mengawali materinya, Hariyono menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan untuk membangun proses demokrasi. “Ketika berbicara mengenai Pancasila, tidak hanya berbicara dialog teoritik tetapi juga dialog kerja. Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan inipun disebutnya sebagai wujud dari dialog kerja,” tutur Hariyono

Menurut Hariyono, target sasaran dari program ini yakni warga desa sangat tepat mengingat politik uang masih terjadi karena warga di desa relatif ekonomi ke bawah. Sebagai langkah anti politik uang, dia pun menekankan melalui program ini warga desa dapat dikembangkan potensinya serta dibiasakan dengan digitalisasi sehingga terwujud kemandirian ekonomi dan sosio-kultural. Pada akhirnya, warga desa akan berpartisipasi dalam demokrasi secara sehat menghindari politik uang.

Sementara itu, Muhadam Labolo pada kesempatan itu memaparkan beberapa hasil survei partisipasi masyarakat. Dan berdasarkan hasil survei tersebut ditemukan pemerintah desa, calon/figur, tokoh masyarakat-agama, pelaksana menjadi lembaga yang berperan penting mendorong partisipasi politik masyarakat desa. Sementara itu, beberapa faktor kunci pendorong partisipasi politik masyarakat di desa diantaranya rasionalitas, ekonomi-money politik, kedekatan emosional. 

"Di desa kedekatan emosional sangat kuat, dalam kasus di Jogja kepala desa mampu menantang money politik, kemampuan dia membangun kedekatan emosional itu, menawarkan ide-ide bersifat rasionalitas," ujar Muhadam. 

Muhadam memberikan rekomendasi bagi pelaksana dalam meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat dengan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan antara lain semua pelaksana pemilu wajib mengambil peran dalam sosialisasi seperti calon dan petugas KPUD, aktif meminimalisir angka golput dengan memahami sebab golput dn merespons lewat rencana aksi, melakukan terobosan kreatif agar masyarakat mengikuti kampanye pemilu, masyarakat dibangun kesadaran tinggi guna memastikan terpilihnya pemimpin yang kredibel dan kapabel, dan mengawasi perhitungan suara guna mengurangi kecurangan.

Terakhir, Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan bahwa KPU RI sangat terbuka dengan masukan dan saran yang akan menjadi catatan bagi KPU dalam menjalankan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. 

"Agar program ini efektif dan diharapkan membawa nilai tambah bagi pengembangan demokrasi, KPU terbuka terhadap masukan-masukan yang pada prinsipnya adalah untuk bahan kami di dalam melangsungkan program ini dan melakukan perbaikan kedepan,” tutup Dewa.

Dewa menambahkan bahwa program ini akan menyasar minimal dua desa per Provinsi yang akan dijadikan desa percontohan, bahkan ada provinsi yang mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat agar program ini dapat segera dilangsungkan. (pnj)