Sosialisasikan PILBUP 2020, KPU Sampaikan Perubahan Skema TPS Akibat Situasi Covid-19

Sosialisasikan PILBUP 2020, KPU Sampaikan Perubahan Skema TPS Akibat Situasi Covid-19
Foto : Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Agus Hariono saat sosialisasi di Kecamatan Pare, Sabtu (24/10/2020) malam.

Reporter : Andy Anugrah

Kediri, kpu-kedirikab.go.id – Tidak adanya kepastian kapan pandemi virus Covid-19 akan berakhir, tidak menyurutkan semangat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri untuk terus menggiatkan Sosialisasi Pemilihan Serentak Lanjutan, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020. 

Sabtu (24/10/2020) malam, pukul 19.00 WIB sosialisasi digelar di Kecamatan Pare. Sosialisasi diikuti oleh PPK, Camat Pare, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Karang Taruna se-Kecamatan Pare. Hadir sebagai narasumber, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Agus Hariono.

Acara dibuka oleh Camat Pare, Anik Wuryani. Dalam sambutannya ia mengajak kepada masyarakat yang hadir agar terus mematuhi protokol kesehatan pencegahan pengendalian penyebaran Covid-19 dan turut menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020.

“Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri ini penting agar kita dapat berpartisipasi menyukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Ayo teruskan informasi ini kepada masyarakat luas khususnya di Kabupaten Kediri sehingga partisipasi masyarakat dapat meningkat,” tuturnya.

Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan Agus Hariono memaparkan materi mengenai perubahan skema Tempat Pemungutan Suara (TPS) akibat perubahan regulasi Pemilihan Serentak yang dilaksanakan pada situasi pendemi Covid-19.

“Dikarenakan situasi Covid, kini ada pembatasan jumlah pemilih dalam setiap TPS memperhatikan jarak dan ruang (phsycal distancing). Setiap TPS dibatasi 500 pemilih, sehingga jumlah TPS di Kabupaten Kediri (bertambah) menjadi 3.311 TPS,” ujar Agus Hariono.

Pada TPS nanti, Agus menjelaskan, TPS dibuat dengan ukuran 10 meter x 8 meter. Seluruh Petugas KPPS akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol kesehatan pencegahan pengendalian penyebaran Covid-19. 

“Pemilih juga akan diberikan sarung tangan sebelum memasuki TPS, dan juga diukur suhu tubuhnya. Apabila terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 akan diarahkan memilih di bilik khusus yang masih satu area dengan TPS,” terangnya.

Selain itu, tamba dia,  tinta tanda mencoblos yang sebelumnya diberikan dengan cara  mencelupkan jari tangan, pada pemilihan kali ini akan diberikan dengan cara diteteskan.

“Secara berkala TPS juga akan disemprot desinfektan, sehingga jangan khawatir untuk datang ke TPS karena KPU telah menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (hupmas/ lyn)